<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Simolawangstreet's Weblog</title>
	<atom:link href="http://simolawangstreet.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://simolawangstreet.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Aug 2011 06:43:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='simolawangstreet.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Simolawangstreet's Weblog</title>
		<link>http://simolawangstreet.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://simolawangstreet.wordpress.com/osd.xml" title="Simolawangstreet&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://simolawangstreet.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mempertanyakan Relevansi OSPEK di masa kini</title>
		<link>http://simolawangstreet.wordpress.com/2009/10/07/mempertanyakan-relevansi-ospek-di-masa-kini/</link>
		<comments>http://simolawangstreet.wordpress.com/2009/10/07/mempertanyakan-relevansi-ospek-di-masa-kini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 20:33:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simolawangstreet</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[setengahmateng.com]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simolawangstreet.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[diambil dari : setengahmateng.com Dan satu orang lagi tewas. Satu manusia lagi, manusia yang bergelar mahasiwa, yang telah menjalani empat semester masa kuliah di salah satu universitas terbaik di negara ini, tewas tanpa tujuan yang jelas. Tewas dalam masa “pembinaan”, masa-masa dimana katanya seorang mahasiswa akan dibentuk menjadi mahasiswa yang lebih hormat terhadap senior, terhadap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=simolawangstreet.wordpress.com&amp;blog=5004371&amp;post=95&amp;subd=simolawangstreet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- Post Area --> <!-- Post --></p>
<p style="text-align:center;"><img title="bartinitiation" src="http://setengahmateng.com/wp-content/uploads/2009/02/bartinitiation.png" alt="bartinitiation" width="505" height="318" /></p>
<p style="text-align:justify;">diambil dari : setengahmateng.com</p>
<p style="text-align:justify;">Dan <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2009/02/09/10423666/pulang.ospek.mahasiswa.itb.tewas">satu orang lagi tewas</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu manusia lagi, manusia yang bergelar mahasiwa, yang telah menjalani empat semester masa kuliah di salah satu universitas terbaik di negara ini, tewas tanpa tujuan yang jelas. Tewas dalam masa “pembinaan”, masa-masa dimana katanya seorang mahasiswa akan dibentuk menjadi mahasiswa yang lebih hormat terhadap senior, terhadap almamater, dan entah siapa lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang jelas, menurut mereka yang menjadi pembina, OSPEK bertujuan positif. Ia diprogram sebagai alat pembentukan mental “manusia-manusia asing” yang baru saja masuk kedalam satu institusi sehingga mereka menjadi mahluk yang “akrab” dengan rasa hormat terhadap “senior”.<span id="more-95"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaannya, masih relevankah OSPEK pada tahun 2009, ditengah gema reformasi politik dan keterbukaan informasi lewat internet? Apakah memang pelaksanaan OSPEK berbanding lurus dengan pembentukan mental mahasiswa-mahasiswa Indonesia menjadi pelajar yang ideal?</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hemat saya yang juga masih bergelar mahasiswa, rasanya tidak. Tidak, tidak, dan tidak. Kenapa saya berpdandangan demikian? Saya akan jelaskan.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-428"> </span></p>
<h2 style="text-align:justify;">Mempertanyakan Relevansi OSPEK</h2>
<p style="text-align:justify;">Saat mendengar singkatan OSPEK pertama kali dalam hidup saya di SMP, dalam pikiran saya mendadak terbayang satu kata lain : <strong>senioritas</strong>. Ya. OSPEK dalam mata saya adalah suatu penggemblengan yang melibatkan kakak-kakak yang lebih dulu masuk ke sekolah, dengan proses yang macam-macam anehnya, berbagai tugas yang kadang gak jelas tujuannya, dan baju yang aneh kelihatannya. OSPEK adalah menyeregamkan. Belum apa-apa, kita sudah diberi daftar barang yang harus kita pakai dan gunakan setiap hari selama masa “penggemblengan”. Kita dipaksa mengikuti apa yang diperintahkan sang senior, apapun alasannya. Kalau tidak, hukum!</p>
<p style="text-align:justify;">Entah mengapa, saat itu, saat pikiran saya sibuk memikirkan dan mencari-cari manfaat OSPEK, justru satu kata lain yang tersibak di alam bawah sadar saya : <strong>militerisme</strong>. OSPEK pada hakekatnya sangat-sangat-sangat dekat dengan pendidikan gaya militer, karena pendekatan yang digunakan adalah pendekatan seragam. Dalam mekanisme pendidikan gaya militer, anda bukan lagi manusia yang punya otak, mata, telinga dan mulut sendiri-sendiri. Anda adalah mesin pembunuh. Anda diperintahkan untuk menggunakan satu seragam, satu helm, sepasang sepatu dan satu pucuk senjata yang dibagikan merata ke seluruh anggota. Anda berjalan dengan satu perintah. Apabila satu orang dihukum, maka semua harus merasakan. Anda dilarang mengeluarkan pendapat anda. Semua terbatas, dan sistem komando berlangsung dengan susunan vertikal. Semua harus nurut komandan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada awalnya, sistem pendidikan gaya begini terdengar baik dan positif sifatnya. Anda diajarkan untuk menekankan kebersamaan. Anda diajarkan untuk menjadi disiplin. Anda dibentuk menjadi manusia yang efisien.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi sayangnya, sistem pendidikan militer disebut sistem pendidikan militer karena ia hanya cocok dijalankan pada lingkungan militer, bukan sipil. Ini tidak lain karena pada lingkungan militer anda harus selalu siaga. Anda dipersiapkan untuk kapan pun berperang. Anda harus dibuat tegang dan penuh ketakutan, karena anda disiapkan untuk medan perang. Sesungguhnya, sistem pendidikan militer dibangun atas asas bahwa anda saat ini sedang berperang. Dan ini sangat berbeda jauh dengan lingkungan sipil. Pada sistem pendidikan sipil, penekanan justru terletak pada pendekatan individualistik. Manusia, walau ia adalah mahluk sosial yang bersemangat kolektif, adalah mahluk yang unik. Ia berbeda-beda. Saya, yang senang menulis di blog tentu berbeda dengan sepupu saya yang senang ngaji dan bernasyid. Orangtua saya, walau sudah mengetahui satu sama lain dan menikah bertahun-tahun, tetap adalah dua manusia berbeda yang sedang mencari persamaan. Ini sebabnya pertengkaran itu harus dan tetap ada.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Manusia adalah unik dan harus diperlakukan sebagai mahluk yang unik!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Disini, pada titik ini, yang menyebabkan <strong>“penggemblengan” gaya OSPEK menjadi tidak efektif dan tidak relevan</strong>. Seperti yang sudah saya sebutkan di awal post ini, pendidikan gaya OSPEK sesungguhnya adalah pendidikan gaya militer yang menekankan keseragaman dan efisiensi. Namun jelas, karena setelah OSPEK selesai mahasiswa hidup di lingkungan yang tidak sama dengan lingkungan saat menjalankan OSPEK, yaitu lingkungan sipil, ia akan kembali menjadi manusia sipil. Tidak efisien, kadang lupa, khilaf, dan berbeda-beda. OSPEK dengan gaya pergi ke gunung, suruh lari telanjang dan sebagainya hanya akan efektif kalau sang mahasiswa kuliah di gunung, sambil lari telanjang dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal ini, saya harus memuji langkah yang diambil oleh Panitia OKK UI 2008 lalu yang saya ikuti. OKK UI kemarin menjauhkan diri dari inisiasi penuh militerisme, dan malah menyuruh mahasiswa menulis esai, cerpen dan diskusi terbuka antar mahasiswa. Kita sebagai mahasiswa harusnya bangga dengan OSPEK gaya begini, karena ini berarti kita dihargai dan diperlakukan sebagai manusia yang unik dan memiliki pemikiran pribadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sehingga karena perbedaan lingkungan yang tidak memungkinkan seorang mahasiswa untuk meneruskan apa yang ia pelajari di OSPEK selain “kalau ada senior harus hormat” yang pada dasarnya adalah pengetahuan dasar moral manusia yang tidak harus dipelajari melalui proses inisiasi fisik yang melelahkan, maka saya nilai OSPEK tidak relevan dan jauh dari apa yang disebut efektif.</p>
<h2 style="text-align:justify;">Lebih jauh tentang efektivitas</h2>
<p style="text-align:justify;">Satu pertanyaan lagi yang saya tanyakan di awal posting adalah : <strong>Berbanding Luruskah pelaksanaan OSPEK dengan meningkatnya kualitas mahasiswa dan universitas di Indonesia?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan ini justru melahirkan pertanyaan baru lagi : Bagaimana anda memandang kualitas mahasiswa kita saat ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya bukan ingin merendahkan bangsa sendiri, merendahkan sesama mahasiswa, merendahkan universitas yang jelas sudah berjuang untuk meningkatkan kualitas, tapi jelas, berdasarkan standar Webometrics, hanya tiga universitas di Indonesia yang masuk 1000 besar universitas dunia. UGM, ITB, dan UI. <strong>Dan tiga-tiganya pun berada di luar 500 besar dunia</strong>. Nama Indonesia pun masih bertengger dalam 50 besar negara terkorup di dunia. Persepsi kualitas lulusan universitas di Indonesia diluar nama-nama besar Universitas Negeri yang sulit beranjak dari kejayaan masa lalu membawa cap hitam besar : <strong>dipertanyakan</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak usah muluk-muluk, lihat praja-praja IPDN (yang dulu bernama STPDN) yang lulus dari institusi pendidikan dengan nama yang sudah sangat erat dengan seniorisme, isu rasial dan tewasnya mahasiswa karena sebab yang kurang jelas tiap tahunnya. Mereka mungkin adalah orang-orang yang paling dikorbankan dengan praktek inisiasi penuh kekerasan yang dulu (belum ada lembaga monitoring yang melaporkan keadaan IPDN saat ini) pernah dijalankan, yang menewaskan praja-praja yang adalah pelajar terbaik di Indonesia dengan news exposure yang gila-gilaan di media massa. Bukan apa-apa, hasil didikan STPDN/IPDN yang menghasilkan birokrat/pegawai pemerintahan bukan lagi dipertanyakan, tapi negatif dalam persepsi masyarakat. Ingat pamong praja? Ingat image PNS? Ingat image lurah, kades, camat, atau petugas apapun yang melayani anda bikin KTP? Selalu negatif.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu apa sebenarnya hasil inisiasi yang dibangga-banggakan oleh STPDN/IPDN sebagai “proses penggemblengan yang mendidik”? Seragam? Rambut plontos? Cara jalan yang seperti tentara? Atau cuma imej terpandang, terhormat, yang didapatkan lewat menyiksa junior dengan niat “mendidik”?</p>
<p style="text-align:justify;">Karena itu, jelas, pelaksanaan OSPEK pada tingkat apapun dimanapun kapanpun selama ia masih bersifat militeristik, penyeragaman dan sistem komando vertikal (dari atas kebawah, dari senior ke junior), ia tidak akan memberikan efek apapun dan tidak berbanding lurus dengan peningkatan kualitas mahasiswa dan universitas. Kalaupun ada peningkatan, maka ia adalah peningkatan berbasis ketakutan. Karena itu, sifatnya sementara dan tidak stabil.</p>
<h2 style="text-align:justify;">Catatan SetengahMateng Lainnya</h2>
<p style="text-align:justify;">Banyak mahasiswa yang menyenangi proses OSPEK karena <strong>“nyantai aje bro, yang penting asik….lagian anggep aja lucu-lucuan, kan cuma disuruh push-up doang”</strong>. Sungguh saya cuma bisa terdiam mendengarnya. Pelaksanaan OSPEK dalam artian yang berorientasi militeristik dan kekerasan apapun namanya adalah tindak penghinaan terhadap intelegensi kaum yang harusnya bangga dengan gelar dirinya : mahasiswa. Kita sebagai mahasiswa dinilai dari intelektualitas, fleksibilitas (nyante aje bro <img src="http://setengahmateng.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" /> ) dan sensitivitas. Kita bukan dikenal karena kita menghormati senior. Menghormati senior adalah harus, selayaknya menghormati guru dan orang tua. Namun menjalani tindak penghinaan hanya untuk mencapai tujuan “menghormati senior” adalah sesuatu yang mubazir, apalagi kalau sampai mengorbankan jiwa dan nyawa.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena itu, <strong>hilangkan ospek yang penuh kekerasan!</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/simolawangstreet.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/simolawangstreet.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/simolawangstreet.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/simolawangstreet.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/simolawangstreet.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/simolawangstreet.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/simolawangstreet.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/simolawangstreet.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/simolawangstreet.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/simolawangstreet.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/simolawangstreet.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/simolawangstreet.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/simolawangstreet.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/simolawangstreet.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=simolawangstreet.wordpress.com&amp;blog=5004371&amp;post=95&amp;subd=simolawangstreet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simolawangstreet.wordpress.com/2009/10/07/mempertanyakan-relevansi-ospek-di-masa-kini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/211ca1ff5f6b1f5cdedc92187d917227?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">simolawangstreet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://setengahmateng.com/wp-content/uploads/2009/02/bartinitiation.png" medium="image">
			<media:title type="html">bartinitiation</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://setengahmateng.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:D</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Menjadi Hacker</title>
		<link>http://simolawangstreet.wordpress.com/2009/09/09/belajar-menjadi-hacker/</link>
		<comments>http://simolawangstreet.wordpress.com/2009/09/09/belajar-menjadi-hacker/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 13:58:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simolawangstreet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simolawangstreet.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Onno W Purbo Suntingan : klik-kanan.com Hacker dengan keahliannya dapat melihat &#38; memperbaiki kelemahan perangkat lunak di komputer; biasanya kemudian di publikasikan secara terbuka di Internet agar sistem menjadi lebih baik. Sialnya, segelintir manusia berhati jahat menggunakan informasi tersebut untuk kejahatan – mereka biasanya disebut cracker. Pada dasarnya dunia hacker &#38; cracker tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=simolawangstreet.wordpress.com&amp;blog=5004371&amp;post=90&amp;subd=simolawangstreet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-92" title="hacker" src="http://simolawangstreet.files.wordpress.com/2009/09/hacker.gif" alt="hacker" width="199" height="224" />Oleh : Onno W Purbo</p>
<p>Suntingan : klik-kanan.com</p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial;font-size:x-small;">Hacker dengan keahliannya dapat melihat &amp; memperbaiki kelemahan perangkat lunak di komputer; biasanya kemudian di publikasikan secara terbuka di Internet agar sistem menjadi lebih baik. Sialnya, segelintir manusia berhati jahat menggunakan informasi tersebut untuk kejahatan – mereka biasanya disebut cracker. Pada dasarnya dunia hacker &amp; cracker tidak berbeda dengan dunia seni, disini kita berbicara seni keamanan jaringan Internet.<span id="more-90"></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial;font-size:x-small;">Saya berharap ilmu keamanan jaringan di tulisan ini digunakan untuk hal-hal yang baik – jadilah Hacker bukan Cracker. Jangan sampai anda terkena karma karena menggunakan ilmu untuk merusak milik orang lain. Apalagi, pada saat ini kebutuhan akan hacker semakin bertambah di Indonesia dengan semakin banyak dotcommers yang ingin IPO di berbagai bursa saham. Nama baik &amp; nilai sebuah dotcom bisa jatuh bahkan menjadi tidak berharga jika dotcom di bobol. Dalam kondisi ini, para hacker di harapkan bisa menjadi konsultan keamanan bagi para dotcommers tersebut – karena SDM pihak kepolisian &amp; aparat keamanan Indonesia amat sangat lemah &amp; menyedihkan di bidang Teknologi Informasi &amp; Internet. Apa boleh buat cybersquad, cyberpatrol swasta barangkali perlu di budayakan untuk survival dotcommers Indonesia di Internet.</span><br />
<span style="font-family:Verdana,Arial;font-size:x-small;">Berbagai teknik keamanan jaringan Internet dapat di peroleh secara mudah di Internet antara lain di http://www.sans.org, http://www.rootshell.com, http://www.linuxfirewall.org/, http://www.linuxdoc.org, http://www.cerias.purdue.edu/coast/firewalls/, http://www.redhat.com/mirrors/LDP/HOWTO/. Sebagian dari teknik ini berupa buku-buku yang jumlah-nya beberapa ratus halaman yang dapat di ambil secara cuma-cuma (gratis). Beberapa Frequently Asked Questions (FAQ) tentang keamanan jaringan bisa diperoleh di http://www.iss.net/vd/mail.html, http://www.v-one.com/documents/fw-faq.htm. Dan bagi para experimenter beberapa script / program yang sudah jadi dapat diperoleh antara lain di http://bastille-linux.sourceforge.net/, http://www.redhat.com/support/docs/tips/firewall/firewallservice.html.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial;font-size:x-small;">Bagi pembaca yang ingin memperoleh ilmu tentang jaringan dapat di download secara cuma-cuma dari http://pandu.dhs.org, http://www.bogor.net/idkf/, http://louis.idaman.com/idkf. Beberapa buku berbentuk softcopy yang dapat di ambil gratis dapat di ambil dari http://pandu.dhs.org/Buku-Online/. Kita harus berterima kasih terutama kepada team Pandu yang dimotori oleh I Made Wiryana untuk ini. Pada saat ini, saya tidak terlalu tahu adanya tempat diskusi Indonesia yang aktif membahas teknik-teknik hacking ini – tetapi mungkin bisa sebagian di diskusikan di mailing list lanjut seperti kursus-linux@yahoogroups.com &amp; linux-admin@linux.or.id yang di operasikan oleh Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) http://www.kpli.or.id.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial;font-size:x-small;">Cara paling sederhana untuk melihat kelemahan sistem adalah dengan cara mencari informasi dari berbagai vendor misalnya di http://www.sans.org/newlook/publications/roadmap.htm#3b tentang kelemahan dari sistem yang mereka buat sendiri. Di samping, memonitoring berbagai mailing list di Internet yang berkaitan dengan keamanan jaringan seperti dalam daftar http://www.sans.org/newlook/publications/roadmap.htm#3e.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial;font-size:x-small;">Dijelaskan oleh Front-line Information Security Team, “Techniques Adopted By ‘System Crackers’ When Attempting To Break Into Corporate or Sensitive Private Networks,” fist@ns2.co.uk http://www.ns2.co.uk. Seorang Cracker umumnya pria usia 16-25 tahun. Berdasarkan statistik pengguna Internet di Indonesia maka sebetulnya mayoritas pengguna Internet di Indonesia adalah anak-anak muda pada usia ini juga. Memang usia ini adalah usia yang sangat ideal dalam menimba ilmu baru termasuk ilmu Internet, sangat disayangkan jika kita tidak berhasil menginternetkan ke 25000 sekolah Indonesia s/d tahun 2002 – karena tumpuan hari depan bangsa Indonesia berada di tangan anak-anak muda kita ini.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial;font-size:x-small;">Nah, para cracker muda ini umumnya melakukan cracking untuk meningkatkan kemampuan / menggunakan sumber daya di jaringan untuk kepentingan sendiri. Umumnya para cracker adalah opportunis. Melihat kelemahan sistem dengan mejalankan program scanner. Setelah memperoleh akses root, cracker akan menginstall pintu belakang (backdoor) dan menutup semua kelemahan umum yang ada.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial;font-size:x-small;">Seperti kita tahu, umumnya berbagai perusahaan / dotcommers akan menggunakan Internet untuk (1) hosting web server mereka, (2) komunikasi e-mail dan (3) memberikan akses web / internet kepada karyawan-nya. Pemisahan jaringan Internet dan IntraNet umumnya dilakukan dengan menggunakan teknik / software Firewall dan Proxy server. Melihat kondisi penggunaan di atas, kelemahan sistem umumnya dapat di tembus misalnya dengan menembus mailserver external / luar yang digunakan untuk memudahkan akses ke mail keluar dari perusahaan. Selain itu, dengan menggunakan agressive-SNMP scanner &amp; program yang memaksa SNMP community string dapat mengubah sebuah router menjadi bridge (jembatan) yang kemudian dapat digunakan untuk batu loncatan untuk masuk ke dalam jaringan internal perusahaan (IntraNet).</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial;font-size:x-small;">Agar cracker terlindungi pada saat melakukan serangan, teknik cloacking (penyamaran) dilakukan dengan cara melompat dari mesin yang sebelumnya telah di compromised (ditaklukan) melalui program telnet atau rsh. Pada mesin perantara yang menggunakan Windows serangan dapat dilakukan dengan melompat dari program Wingate. Selain itu, melompat dapat dilakukan melalui perangkat proxy yang konfigurasinya kurang baik.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial;font-size:x-small;">Setelah berhasil melompat dan memasuki sistem lain, cracker biasanya melakukan probing terhadap jaringan dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Hal ini dilakukan dengan beberapa cara, misalnya (1) menggunakan nslookup untuk menjalankan perintah ‘ls &lt;domain or network&gt;’ , (2) melihat file HTML di webserver anda untuk mengidentifikasi mesin lainnya, (3) melihat berbagai dokumen di FTP server, (4) menghubungkan diri ke mail server dan menggunakan perintah ‘expn &lt;user&gt;’, dan (5) mem-finger user di mesin-mesin eksternal lainnya.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial;font-size:x-small;">Langkah selanjutnya, cracker akan mengidentifikasi komponen jaringan yang dipercaya oleh system apa saja. Komponen jaringan tersebut biasanya mesin administrator dan server yang biasanya di anggap paling aman di jaringan. Start dengan check akses &amp; eksport NFS ke berbagai direktori yang kritis seperti /usr/bin, /etc dan /home. Eksploitasi mesin melalui kelemahan Common Gateway Interface (CGI), dengan akses ke file /etc/hosts.allow.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial;font-size:x-small;">Selanjutnya cracker harus mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan. Cracker bisa mengunakan program di Linux seperti ADMhack, mscan, nmap dan banyak scanner kecil lainnya. Program seperti ‘ps’ &amp; ‘netstat’ di buat trojan (ingat cerita kuda troya? dalam cerita klasik yunani kuno) untuk menyembunyikan proses scanning. Bagi cracker yang cukup advanced dapat mengunakan aggressive-SNMP scanning untuk men-scan peralatan dengan SNMP.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial;font-size:x-small;">Setelah cracker berhasil mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan, maka cracker akan menjalan program untuk menaklukan program daemon yang lemah di server. Program daemon adalah program di server yang biasanya berjalan di belakang layar (sebagai daemon / setan). Keberhasilan menaklukan program daemon ini akan memungkinkan seorang Cracker untuk memperoleh akses sebagai ‘root’ (administrator tertinggi di server).</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial;font-size:x-small;">Untuk menghilangkan jejak, seorang cracker biasanya melakukan operasi pembersihan ‘clean-up’ operation dengan cara membersihkan berbagai log file. Dan menambahkan program untuk masuk dari pintu belakang ‘backdooring’. Mengganti file .rhosts di /usr/bin untuk memudahkan akses ke mesin yang di taklukan melalui rsh &amp; csh.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial;font-size:x-small;">Selanjutnya seorang cracker dapat menggunakan mesin yang sudah ditaklukan untuk kepentingannya sendiri, misalnya mengambil informasi sensitif yang seharusnya tidak dibacanya; mengcracking mesin lain dengan melompat dari mesin yang di taklukan; memasang sniffer untuk melihat / mencatat berbagai trafik / komunikasi yang lewat; bahkan bisa mematikan sistem / jaringan dengan cara menjalankan perintah ‘rm -rf / &amp;’. Yang terakhir akan sangat fatal akibatnya karena sistem akan hancur sama sekali, terutama jika semua software di letakan di harddisk. Proses re-install seluruh sistem harus di lakukan, akan memusingkan jika hal ini dilakukan di mesin-mesin yang menjalankan misi kritis.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial;font-size:x-small;">Oleh karena itu semua mesin &amp; router yang menjalankan misi kritis sebaiknya selalu di periksa keamanannya &amp; di patch oleh software yang lebih baru. Backup menjadi penting sekali terutama pada mesin-mesin yang menjalankan misi kritis supaya terselamatkan dari ulah cracker yang men-disable sistem dengan ‘rm -rf / &amp;’.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial;font-size:x-small;">Bagi kita yang sehari-hari bergelut di Internet biasanya justru akan sangat menghargai keberadaan para hacker (bukan Cracker). Karena berkat para hacker-lah Internet ada dan dapat kita nikmati seperti sekarang ini, bahkan terus di perbaiki untuk menjadi sistem yang lebih baik lagi. Berbagai kelemahan sistem di perbaiki karena kepandaian rekan-rekan hacker yang sering kali mengerjakan perbaikan tsb. secara sukarela karena hobby-nya. Apalagi seringkali hasil hacking-nya di sebarkan secara cuma-cuma di Internet untuk keperluan masyarakat Internet. Sebuah nilai &amp; budaya gotong royong yang mulia justru tumbuh di dunia maya Internet yang biasanya terkesan futuristik dan jauh dari rasa sosial.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial;font-size:x-small;">Pengembangan para hobbiest hacker ini menjadi penting sekali untuk keberlangsungan / survival dotcommers di wahana Internet Indonesia. Sebagai salah satu bentuk nyatanya, dalam waktu dekat Insya Allah sekitar pertengahan April 2001 akan di adakan hacking competition di Internet untuk membobol sebuah server yang telah di tentukan terlebih dahulu. Hacking competition tersebut di motori oleh anak-anak muda di Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) Semarang yang digerakan oleh anak muda seperti Kresno Aji (masaji@telkom.net), Agus Hartanto (hartx@writeme.com) &amp; Lekso Budi Handoko (handoko@riset.dinus.ac.id). Seperti umumnya anak-anak muda lainnya, mereka umumnya bermodal cekak – bantuan &amp; sponsor tentunya akan sangat bermanfaat dan dinantikan oleh rekan-rekan muda ini.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial;font-size:x-small;">Mudah-mudahan semua ini akan menambah semangat pembaca, khususnya pembaca muda, untuk bergerak di dunia hacker yang mengasyikan dan menantang. Kalau kata Captain Jean Luc Picard di Film Startrek Next Generation, “To boldly go where no one has gone before”.</span></p>
<p>so pahami dlu filosopi nya ..baru dech berkoar-koar. jangan sampai jadi sok and ngaku-ngaku suka hacking kalo ngk tau tetek bengek nya..okey</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/simolawangstreet.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/simolawangstreet.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/simolawangstreet.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/simolawangstreet.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/simolawangstreet.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/simolawangstreet.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/simolawangstreet.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/simolawangstreet.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/simolawangstreet.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/simolawangstreet.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/simolawangstreet.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/simolawangstreet.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/simolawangstreet.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/simolawangstreet.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=simolawangstreet.wordpress.com&amp;blog=5004371&amp;post=90&amp;subd=simolawangstreet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simolawangstreet.wordpress.com/2009/09/09/belajar-menjadi-hacker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/211ca1ff5f6b1f5cdedc92187d917227?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">simolawangstreet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://simolawangstreet.files.wordpress.com/2009/09/hacker.gif" medium="image">
			<media:title type="html">hacker</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://simolawangstreet.wordpress.com/2009/07/08/84/</link>
		<comments>http://simolawangstreet.wordpress.com/2009/07/08/84/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2009 11:58:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simolawangstreet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simolawangstreet.wordpress.com/2009/07/08/84/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=simolawangstreet.wordpress.com&amp;blog=5004371&amp;post=84&amp;subd=simolawangstreet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-large wp-image-85" title="Carilah bedanya" src="http://simolawangstreet.files.wordpress.com/2009/07/carilah-bedanya.jpg?w=737&#038;h=590" alt="Carilah bedanya" width="737" height="590" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/simolawangstreet.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/simolawangstreet.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/simolawangstreet.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/simolawangstreet.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/simolawangstreet.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/simolawangstreet.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/simolawangstreet.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/simolawangstreet.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/simolawangstreet.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/simolawangstreet.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/simolawangstreet.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/simolawangstreet.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/simolawangstreet.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/simolawangstreet.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=simolawangstreet.wordpress.com&amp;blog=5004371&amp;post=84&amp;subd=simolawangstreet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simolawangstreet.wordpress.com/2009/07/08/84/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/211ca1ff5f6b1f5cdedc92187d917227?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">simolawangstreet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://simolawangstreet.files.wordpress.com/2009/07/carilah-bedanya.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">Carilah bedanya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Industri Kapal di Era Kekhilafahan Islam</title>
		<link>http://simolawangstreet.wordpress.com/2009/06/20/industri-kapal-di-era-kekhilafahan-islam/</link>
		<comments>http://simolawangstreet.wordpress.com/2009/06/20/industri-kapal-di-era-kekhilafahan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2009 02:24:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simolawangstreet</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simolawangstreet.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Kekuasaan peradaban Islam di masa keemasan terbentang begitu luas meliputi lautan dan daratan. Menguasai lautan merupakan salah satu faktor yang membuat Kekhalifahan Islam menjadi sebuah kekuatan baru dunia. Tak hanya soal perdagangan maritim, peradaban Muslim pun memiliki armada militer tangguh yang menguasai ganasnya lautan serta samudra. Salah satu bukti tangguhnya peradaban Islam di dunia maritim [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=simolawangstreet.wordpress.com&amp;blog=5004371&amp;post=77&amp;subd=simolawangstreet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-78" title="safe_image.php" src="http://simolawangstreet.files.wordpress.com/2009/06/safe_image-php6.jpeg?w=128&#038;h=150" alt="safe_image.php" width="128" height="150" /></p>
<p>Kekuasaan peradaban Islam di masa keemasan terbentang begitu luas meliputi lautan dan daratan. Menguasai lautan merupakan salah satu faktor yang membuat Kekhalifahan Islam menjadi sebuah kekuatan baru dunia. Tak hanya soal perdagangan maritim, peradaban Muslim pun memiliki armada militer tangguh yang menguasai ganasnya lautan serta samudra. Salah satu bukti tangguhnya peradaban Islam di dunia maritim ataupun di bidang perdagangan dibuktikan dengan begitu banyaknya pelabuhan kecil di pinggir sungai-sungai besar dan di sepanjang pantai daerah teluk dan Laut Merah. Sedangkan, ketangguhan militer Muslim di lautan ditandai dengan berdirinya galangan kapal angkatan laut yang kokoh di sepanjang Mediterania.<span id="more-77"></span></p>
<p>Tak heran, jika peradaban Muslim dikenal sebagai bangsa Maritim yang besar. Sebagai penguasa lautan, kekhalifahan Islam juga menguasai teknologi pembuatan beragam jenis kapal. Pembuatan kapal pun menjelma menjadi sebuah industri yang besar, terutama di negara-negara Islam. Industri kapal dagang dan kapal perang menjadi primadona. ‘’Salah satu alasan umat Islam begitu mendominasi Mediterania adalah karena keunggulan mereka dalam teknik pemba &#8211; ngunan kapal,’‘ ujar Dr A Hakim Murad dalam sebuah artikelnya yang dipublikasikan islamic-study online. Saking berpengaruhnya kekuatan umat Islam di dunia maritim, istilah galangan kapal dar al-sinna pun menjadi kosakata dalam bahasa Inggris, yakni arsenal.</p>
<p>Menurut Ahmad Y Al-Hassan dan Donarld R Hill dalam bukunya bertajuk, Islamic Technology:An Illustrated History disebutkan bahwa galangan kapal pertama pada era keemasan Is lam dibangun di pulau Rawdah, Sungai Nil, Mesir. ‘’Setelah itu, dibangunlah fasilitas pembuatan kapal di Acre dan Tyre,’‘ ujar Al-Hassan dan Hill. Di wilayah Mesir, terdapat pula galangan kapal lainnya, seperti di Iskandariah, Damietta, dan Fustat. Khalifah Al- Mutawakkil penguasa Kekhalifahan Abbasiyah turut memberi perhatian khusus pada kapal pelabuhan Mesir. Hal serupa dilakukan gubernur Ibnu Tulun (wafat 884 M) yang membuat 100 kapal perang di Rawdah serta banyak kapal kecil.</p>
<p>Lalu, bagaimana kapal-kapal itu dibuat pada zaman kejayaan Islam? Semua kapalkapal di era kekuasaan Islam terbuat dari kayu. Kayu-kayu tersebut diikatkan satu sama lain pada sisinya sehingga tidak saling menindih seperti bangunan kapal yang berkampuh (clinker-built). Kayu yang sudah diikat itu membentuk seperti papan yang rata (carvel built). Kayu-kayu tersebut diikatkan dengan tali. Teknik pembuatan kapal seperti ini biasa dilakukan negara Islam bagian timur. Sedangkan, negeri Islam yang berada di bagian Mediterania sudah menggunakan paku besi. Setelah kayu menjadi satu, semuanya didempul dengan menggunakan aspal atau ter. Sedangkan, tali yang digunakan untuk mengaitkan kapal dengan jangkar dibuat dari bahan rami atau lontar. Kapal milik umat Muslim memiliki ciri khas yakni pada layar yang diigunakannya.</p>
<p>Mereka menggunakan layar laten yang dipasangkan pada sebuah tiang berat. Kemudian, layar tersebut dibentangkan pada tiang kapal, selanjutnya digantung sehingga membentuk sudut. Sedangkan, kapal Mediterania ciri khasnya ada pada layar laten yang mempunyai tiga sudut. Tak sembarang bahan bisa diguna kan untuk membuat kapal. Otoritas Muslim di zaman keemasan telah me ne tapkan standar bahan-bahan yang dapat dipakai membuat kapal. Salah satu syaratnya adalah kayu dan tali yang digunakan harus berkualitas tinggi. Selain itu, juga diperlukan besi, kain terpal, serta bidal penutup tali. Menurut Al-Hassan dan Hill, di masa kejayaan Islam terdapat beragam jenis kapal dari berbagai ukuran dan jenis. ‘’Ukurannya mulai dari perahu cardik yang kecil hingga perahu dagang besar berkapasitas lebih dari 1.000 ton,’‘ paparnya. Secara khusus, geografer Muslim, Al- Muqaddasi, pada abad keempat H atau ke-10 Masehi menyebutkan nama dan lusinan jenis kapal. Setiap kapal Muslim tersebut juga mencerminkan karakteristik tertentu.</p>
<p>Kapal dagang Kapal dagang umumnya merupakan kapal layar yang memiliki rentangan yang relatif lebar dan panjang. Pan jang nya layar berfungsi sebagai ruang penyimpanan (kargo) yang lapang. Pada masa kejayaan Islam, sungai Nil mempunyai peranan penting dalam perdagangan internasional dan industri pembuatan kapal. Kota itu dikuasai Islam sejak Amr bin Al-As menak &#8211; lukkan wilayah itu.</p>
<p>Kapal perang Berbeda dengan kapal dagang, kapal pe &#8211; rang bentuknya lebih ramping. Kapal ini bi &#8211; sa menggunakan dayung atau layar, tergantung dari fungsinya. Selain dibangun di pe &#8211; la buhan-pela buh an yang ada di Mesir, pada zaman kejayaan Islam kapal perang juga dibuat di wilayah Barat, seperti Tripoli dan Tunis di Afrika Utara, kemudian di Sevilla, Almeria, Pechina, dan Valencia di Spanyol. Selain itu, kapal- kapal perang juga di buat oleh kaum Muslim di Messina dan Palermo dengan mempekerjakan ribuan orang. Industri pembuatan kapal juga ber kembang pada zaman Dinasti Fatimiy yah. Mereka memperluas fasilitas pembuatan kapal perangnya di Tunis. Ada beberapa armada yang penting pada zaman kekuasaan Dinasti Fatimiyyah, yakni armada al-armada Sheen, al-Harariq, al- Harareeb, dan al-Taraid. Setelah kekuasaan Fatimiyyah meredup, industri pembuatan kapal dilanjutkan oleh Dinasti Ayyubiyah dan Mamluk.</p>
<p>Pada 566 H (1170 M), Salahudin Al-Ayubi berhasil membuat bagian-bagian badan kapal di galangan kapal Mesir. Salahudin juga memerintahkan pendi rian dermaga perakitan kapal untuk memasok kapalkapal dalam pertempuran melawan pasukan tentara Perang Salib. Keunggulan industri pembuatan kapal juga berlangsung hingga di era Kekhalifan Usmani Turki. Pemerintahan Usmani mengembangkan Istanbul (kota Islam) menjadi pusat pelayaran. Sultan Muhammad II pun menetapkan lautan dalam Golden Horn sebagai pusat industri dan gudang persenjataan maritim. Pemerintahan Ottoman juga berhasil membangun sebuah kapal di Gallipoli Ma &#8211; ritime Arsenal. Di bawah komando Gedik Ahmed Pasha (1480), Daulah Usmani membangun basis kekuatan lautnya di Istanbul.</p>
<p>Tak heran, jika marinir Turki mendominasi Lautan Hitam dan menguasai Otranto. Saking kokohnya kekuatan militer Ot &#8211; toman di lautan, Sultan Salim I kerap ber &#8211; seloroh, ‘’Jika Scorpions (Kristen) menempati laut dengan kapalnya, jika bendera Paus dan raja-raja Prancis serta Spanyol berkibar di pantai Trace, itu semata-mata karena toleransi kami.</p>
<p>Ibnu Tulun Sang Pembuat 100 Kapal Perang</p>
<p>Ahmad Ibnu Tulun adalah seorang gubernur Mesir pada masa Dinasti Abbasiyah. Ia adalah anak dari seorang budak berkebangsaan Turki bernama Tulun, yang dalam bahasa Turki berarti kemunculan yang sempurna. Ahmad Ibnu Tulun dilahirkan di Baghdad saat bulan Ramadhan 220 H/ September 835 M.</p>
<p>Tak lama setelah kelahirannya, sang ayah meninggal dunia. Sang ibu kemudian dipersunting Bagha al- Ashghar, salah satu panglima militer Dinasti Abbasiyyah yang berasal dari daerah Turki. Tak lama, Bagha al-Ashghar juga meninggal dunia. Ibu Ahmad Ibnu Tulun kemudian menikah untuk ketiga kalinya dengan seorang pembesar militer bernama Bakbak (Bayik Bey) yang menggantikan posisi mantan suami keduanya. Ibnu Tulun tumbuh besar dalam tradisi Turki dan didikan militer ayah tirinya. Sejak itu, ia aktif dalam dunia militer. Beranjak dewasa, Ibnu Tulun menikahi anak perempuan dari panglima militer lain Yarjukh, teman ayah tirinya. Ia ditunjuk sebagai gubernur Mesir di bawah kekuasaan Khalifah Al-Mu’tamad Billah penguasa Dinasti Abbasiyah.</p>
<p>Para sejarawan menjelaskan, Ibnu Tulun adalah orang yang kuat dan keras. Dia memerintah dan membuat suatu pertumbuhan dan stabilitas. Perawakannya tinggi dan tampan. Pada awal menjadi gubernur, ia menangani konflik dengan Ahmad Ibnu al-Mudabbir pengumpul pajak resmi dinasti Abbasiyah. Konon, Ibnu Al- Mudabbir lebih senang melaporkan hasil pajak kepada khalifah di Baghdad dibandingkan kepada Ahmad Ibnu Tulun. Merasa tidak dihormati, Ibnu Tulun mengambil tindakan. Akhirnya, ia berhasil menundukkan Ibn Al- Mudabbir. Setelah itu, pamornya langsung naik. Ibnu Tulun mempunyai kekuasaan yang begitu luas meliputi wilayah Mesir hingga Alexandria. Pada masa kejayaannya, Ibnu Tulun berhasil memerintahkan pembuatan 100 kapal perang dan ratusan kapal kecil. Inilah salah satu pencapaian terbesar Ibnu Tulun. Ia mampu menguasai lautan.</p>
<p>Tak heran, jika kekuasaannya semakin kuat. Sampai-sampai, Ibnu Tulun tak lagi menyebut dirinya sebagai gubernur, melainkan sebagai pemegang kebijakan independen yang tak lagi memiliki kaitan hierarkis terhadap Abbasiyah. Ia membangun dinasti sendiri Dinasti Tuluniyah di Mesir yang lepas dari pengaruh Dinasti Abbasiyah. Ia menunjukkan kekuasan yang dikendalikannya itu dengan memasang gambar wajahnya di mata uang, mengangkat pembantu (menteri), kepolisian, bea dan cukai, istana, perdagangan, dan dinas intelijen.(rpb)</p>
<p>dikutip dari : www.suaramedia.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/simolawangstreet.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/simolawangstreet.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/simolawangstreet.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/simolawangstreet.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/simolawangstreet.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/simolawangstreet.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/simolawangstreet.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/simolawangstreet.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/simolawangstreet.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/simolawangstreet.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/simolawangstreet.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/simolawangstreet.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/simolawangstreet.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/simolawangstreet.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=simolawangstreet.wordpress.com&amp;blog=5004371&amp;post=77&amp;subd=simolawangstreet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simolawangstreet.wordpress.com/2009/06/20/industri-kapal-di-era-kekhilafahan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/211ca1ff5f6b1f5cdedc92187d917227?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">simolawangstreet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://simolawangstreet.files.wordpress.com/2009/06/safe_image-php6.jpeg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">safe_image.php</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Suara Hati Seorang Ikhwan</title>
		<link>http://simolawangstreet.wordpress.com/2009/06/18/suara-hati-seorang-ikhwan/</link>
		<comments>http://simolawangstreet.wordpress.com/2009/06/18/suara-hati-seorang-ikhwan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 16:41:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simolawangstreet</dc:creator>
				<category><![CDATA[sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simolawangstreet.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[by: luky b. rouf Wanita Suci (Suara Hati Seorang Ikhwan untuk Seluruh Wanita Suci di Dunia) Wanita suci, Mungkin aku memang tak romantis tapi siapa peduli? Karena toh kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku. Bagiku kau bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga terindah sekalipun. Bagiku manusia adalah makhluk yang terindah, tersempurna dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=simolawangstreet.wordpress.com&amp;blog=5004371&amp;post=60&amp;subd=simolawangstreet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-61" title="37858951547060m" src="http://simolawangstreet.files.wordpress.com/2009/06/37858951547060m.jpg" alt="37858951547060m" width="77" height="155" />by: luky b. rouf</p>
<p>Wanita Suci<br />
(Suara Hati Seorang Ikhwan untuk Seluruh Wanita Suci di Dunia)<br />
Wanita suci,<br />
Mungkin aku memang tak romantis tapi siapa peduli?<br />
Karena toh kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku.<br />
Bagiku kau bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga terindah sekalipun.<span id="more-60"></span><br />
Bagiku manusia adalah makhluk yang terindah, tersempurna dan tertinggi.<br />
Bagiku dirimu salah satu dari semua itu, karenanya kau tak membutuhkanpersamaan.<br />
Wanita suci,<br />
Jangan pernah biarkan aku manatapmu penuh, karena akan membuatkumengingatmu.<br />
Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu.<br />
Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku.<br />
Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa, sesemangat mentari.<br />
Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh Lumpur.<br />
Karena sesungguhnya dirimu terlalu suci.<br />
Wanita suci,<br />
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung.<br />
Ada ingin tapi tak ada henti.<br />
Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu, meski ujung penutupmu pun tak berani kusentuh.<br />
Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku karena sucimu kaupertaruhkan.<br />
Mungkin kau tak peduli<br />
Tapi kau hanya menjadi wanita biasa di hadapanku bila kau kalah.<br />
Dan tak lebih dari wanita biasa.<br />
Wanita suci,<br />
Jangan pernah kautatapku penuh<br />
Bahkan tak perlu kaulirikkan matamu untuk melihatku.<br />
Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku seorang yang masih kotor.<br />
Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah burukku, mengenakan pakaian sutra emas.<br />
Meniru laku para rahib, meski hatiku lebih kotor dari Lumpur.<br />
Kau memang suci, tapi masih sangat mungkin kau termanipulasi.<br />
Karena kau toh hanya manusia-hanya wanita.<br />
Wanita suci,<br />
Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci yang dengan sepenuh hati membawamu kehadapan Tuhanmu.<br />
Untuknya dirimu ada, itu kata otakku, terukir dalam kitab suci, tak perlu dipikir lagi.<br />
Tunggu sang lelaki itu menjemputmu, dalam rangkaian khitbah dan akad yang indah.<br />
Atau kejar sang lelaki suci itu, karena itu adalah hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah.<br />
Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci.<br />
Wanita suci<br />
Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh hati ikhlas.<br />
Relakan Allah pilihkan lelaki suci untukmu, mungkin sekarang atau nanti, bahkan mungkin tak ada sampai kau mati.<br />
Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di fana saat ini.<br />
Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu, yang kaubangun dengan segala kekhusyu&#8217;an tangis do&#8217;amu.<br />
Wanita suci<br />
Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itu pilihan-Nya.<br />
Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah.<br />
Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki yang terpilih itu, melainkan pada jalan yang kaupilih,<br />
seperti kisah seorang wanita sudi di masa lalu yang meminta ke-Islam-an sebagai mahar pernikahannya.<br />
Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi.<br />
Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan menerima cinta<br />
dalam setiap denyut nadi kita.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/simolawangstreet.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/simolawangstreet.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/simolawangstreet.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/simolawangstreet.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/simolawangstreet.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/simolawangstreet.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/simolawangstreet.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/simolawangstreet.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/simolawangstreet.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/simolawangstreet.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/simolawangstreet.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/simolawangstreet.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/simolawangstreet.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/simolawangstreet.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=simolawangstreet.wordpress.com&amp;blog=5004371&amp;post=60&amp;subd=simolawangstreet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simolawangstreet.wordpress.com/2009/06/18/suara-hati-seorang-ikhwan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/211ca1ff5f6b1f5cdedc92187d917227?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">simolawangstreet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://simolawangstreet.files.wordpress.com/2009/06/37858951547060m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">37858951547060m</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Curhat</title>
		<link>http://simolawangstreet.wordpress.com/2009/06/18/curhat/</link>
		<comments>http://simolawangstreet.wordpress.com/2009/06/18/curhat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 16:36:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simolawangstreet</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simolawangstreet.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[by: Aryo Cokrowatianto Sobat, tahu gak sih kalau akhir-akhir ini di salah satu televisi swasta kita ada acara yang namanya “Curhat”. Itu tuh, acara yang dipandu oleh Anjasmara sebagai pembawa acaranya. Konon sih, acara ini banyak mengundang kontroversi. Acara yang sepintas terlihat bagus ini memiliki rating penayangan yang gede lho. Jadi pengen tahu apa aja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=simolawangstreet.wordpress.com&amp;blog=5004371&amp;post=57&amp;subd=simolawangstreet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-58" title="curhat-bersama-anjasmara-29" src="http://simolawangstreet.files.wordpress.com/2009/06/curhat-bersama-anjasmara-29.jpg?w=114&#038;h=150" alt="curhat-bersama-anjasmara-29" width="114" height="150" /></p>
<p>by: Aryo Cokrowatianto</p>
<p>Sobat, tahu gak sih kalau akhir-akhir ini di salah satu televisi swasta kita ada acara yang namanya “Curhat”. Itu tuh, acara yang dipandu oleh Anjasmara sebagai pembawa acaranya. Konon sih, acara ini banyak mengundang kontroversi. Acara yang sepintas terlihat bagus ini memiliki rating penayangan yang gede lho. Jadi pengen tahu apa aja sih yang ada dalam acara itu? Bagaimana sih Islam memandang tentang masalah itu? Bagaimana juga kita sebagai seorang muslim bersikap terhadap masalah ini. Biar gak penasaran, simak terus ya!!!<span id="more-57"></span><br />
Curahan Hati<br />
Sebelum kita membicarakan tentang acara “Curhat”, ada baiknya kalau kita tahu terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan curhat itu sebenarnya. Curhat atau curahan hati merupakan salah satu bentuk perwujudan dari fitrah manusia sebagai makhluk sosial. Tidak dipungkiri bahwa manusia memerlukan sesuatu untuk menjadi tempat mencurahkan segala isi hati. Entah itu melalui sebuah karya ataupun dengan menceritakan isi hati mereka pada yang lain. Banyak orang yang tidak sanggup untuk menjalani hidup tanpa curhat. Saking urgentnya nih, curhat hampir menjadi kebutuhan pokok manusia. Ibarat kata ”lebih baik gak makan daripada gak curhat”. Sampai segitunya.<br />
Sobat, pada umumnya curhat berhubungan dengan masalah pribadi seseorang. Entah itu mengenai keluarga, pekerjaan, keuangan, dan lain sebagainya. Sering kita jumpai pula bahwa para pelaku curhat berkeinginan agar orang yang mendengar curhat mereka dapat membantu menyelesaikan persoalan mereka. Sekalipun banyak dari orang yang mendengar curhat memberikan tawaran solusi tetapi tidak semua orang dapat memberikan problemsolving yang tepat.<br />
Dalam acara “Curhat”, Anjasmara yang bertugas sebagai host menampilkan beberapa orang yang terlibat dalam konflik pribadi untuk dikonfirmasi satu dengan lainnya. Selain itu dihadapan mereka dihadirkan pula saksi. Mereka didudukkan dalam satu ruangan yang sama untuk mencari jalan keluar dari permasalahan yang terjadi.<br />
Selama acara berlangsung, banyak sekali terlontar kata-kata yang tidak pantas untuk diperdengarkan dari mereka yang terlibat didalamnya. Tidak cukup hanya dengan kata-kata, tindakan-tindakan kekerasan kerap mereka pertontonkan. Apa yang dapat dibuat oleh host jika tindakan-tindakan kekerasan itu terjadi? host hanya dapat berdiri diantara mereka yang berseteru sambil berteriak-teriak untuk meminta mereka agar tenang. Ketegangan yang ditawarkan dalam acara ini sering dihiasi oleh teriakan-teriakan para penonton yang hadir dalam studio.<br />
Tidak Menyelesaikan Masalah<br />
Sobat, disinilah letak kekeliruan dalam acara ini, yaitu tidak terlihat adanya upaya untuk dapat menyelesaikan masalah yang terjadi antara dua pihak yang berseteru. Host yang seharusnya membantu untuk mencari jalan keluar dari pertikaian ini nyatanya tidak memberikan solusi atas problem yang dihadapi. Malahan host menyerahkan penilaian tentang masalah ini kembali kepada pemirsa.<br />
Di samping itu, tidak adanya batasan-batasan yang jelas bagi para pelaku curhat menjadi pemicu kacaunya acara yang berlangsung. Batasan-batasan yang dimaksud adalah mengenai apa saja yang boleh atau tidak boleh dilakukan oleh para pelaku curhat sebagai narasumber. Perilaku narasumber yang tidak terkontrol ini menyebabkan pemirsa yang melihat tayangan ini secara tidak langsung terpengaruh dengan apa yang dilakukan oleh narasumber. Sebab acara ini ditayangkan pada waktu prime time dimana mayoritas pemirsa yang menyaksikan adalah remaja dan anak-anak yang belum mampu untuk memilah hal-hal yang mana yang patut dan tidak patut untuk ditiru.<br />
Tidak dapat dipungkiri bahwa tujuan acara tersebut hanya untuk mengejar rating pemirsa. Acara ini mengabaikan unsur-unsur yang seharusnya ada dalam sebuah tayangan, seperti pendidikan dan kontrol sosial. Dalam acara ini, hanya unsur hiburan saja yang ditonjolkan, meski bagi sebagian orang nyatanya acara ini tidak menghibur. Tayangan ini juga dengan jelas telah melanggar kode etik jurnalistik mengenai eksploitasi kekerasan dalam penyiaran.<br />
Islam See It<br />
Islam adalah agama yang berisi dengan aturan-aturan dari Sang Mahakuasa untuk mengatur kehidupan manusia. Islam tidak hanya mengatur tentang masalah ibadah atau akhlak saja. Tetapi Islam juga memberikan aturan bagi manusia dalam hal bermu’amalah. Televisi merupakan salah satu media massa yang digunakan manusia dalam bermu’amalah. Pemanfaatan televisi dalam hal informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial merupakan hak-hak masyarakat.<br />
Dalam Islam, media media massa memiliki pengaruh penting dalam pembentukan masyarakat. Masyarakat adalah sekumpulan individu yang memiliki pemikiran, perasaan, dan aturan yang sama. Peran media adalah untuk menjadikan masyarakat memiliki pemikiran, perasaan, dan aturan yang Islami. Jadi pemanfaatan televisi dalam berbagai hal harus didasari dengan Islam tidak dibiarkan bebas sebebas-bebasnya.<br />
Dalam kasus ini, acara “Curhat” menayangkan suatu tayangan yang tidak sesuai dengan Islam. Adegan saling caci, saling hujat, dan perkelahian yang sengaja untuk diekspos dalam acara ini menunjukkan sifat-sifat orang fasik. Sebab Rasulullah saw bersabda,”Mencaci-maki muslim adalah kefasikan”(Mutafaq ‘alaih). Selain itu Rasulullah saw juga bersabda,” orang-orang yang suka melaknat (orang yang beriman) tidak akan menjadi pembela (bagi sebagian yang lain) dan tidak akan menjadi saksi di hari kiamat.”(HR. Muslim).<br />
Sobat, sekarang sudah jelas kan kalau acara “Curhat” ini tidak sesuai dengan Islam. Acara-acara yang hanya menjadikan rating sebagai patokan sesungguhnya secara tidak langsung telah menjerumuskan masyarakat kedalam jurang kebodohan dan kenistaan. Terlepas acara itu real atau hanya bohong belaka, yang jelas acara ini tidak dapat mejadikan masyarakat kita menjadi masyarakat yang baik. Dalam hal ini, seharusnya pemerintah memberikan batasan-batasan yang jelas serta sanksi yang tegas bagi para pelanggarnya. Cara ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mewujudkan masyarakat yang baik, yaitu masyarakat yang Islami tentunya.<br />
Sebagai seorang pemuda muslim, kita seharusnya turut serta dalam melakukan kontrol terhadap acara-acara semacam ini. Acara yang membuat kemerosotan masyarakat. bukan malah bangga dengan acara-acara yang efeknya sangat negatif seperti ini. Bagaimana cara kita bisa melakukan itu? Dengan mengkaji dan mendakwahkannya tentunya.(AC)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/simolawangstreet.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/simolawangstreet.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/simolawangstreet.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/simolawangstreet.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/simolawangstreet.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/simolawangstreet.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/simolawangstreet.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/simolawangstreet.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/simolawangstreet.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/simolawangstreet.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/simolawangstreet.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/simolawangstreet.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/simolawangstreet.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/simolawangstreet.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=simolawangstreet.wordpress.com&amp;blog=5004371&amp;post=57&amp;subd=simolawangstreet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simolawangstreet.wordpress.com/2009/06/18/curhat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/211ca1ff5f6b1f5cdedc92187d917227?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">simolawangstreet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://simolawangstreet.files.wordpress.com/2009/06/curhat-bersama-anjasmara-29.jpg?w=114" medium="image">
			<media:title type="html">curhat-bersama-anjasmara-29</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konstruksi Jalan dalam Islam</title>
		<link>http://simolawangstreet.wordpress.com/2009/06/04/konstruksi-jalan-dalam-islam/</link>
		<comments>http://simolawangstreet.wordpress.com/2009/06/04/konstruksi-jalan-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 02:48:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simolawangstreet</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simolawangstreet.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[by: Amilurrohman Jalan dan Riol merupakan dua elemen yang tidak dapat dipisahkan, keduanya pula dapat mempengaruhi kondisi lingkungan yang ada, keduanya akan mampu memberikan efek positif maupun negatif tergantung bagaimana konstruksi yang mempengaruhi keduanya. Berikut analisis terhadap konstruksi jalan dan riol yang ada dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya. Konstruksi jalan dan riol yang ada belum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=simolawangstreet.wordpress.com&amp;blog=5004371&amp;post=49&amp;subd=simolawangstreet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img class="alignleft size-medium wp-image-50" title="jalan" src="http://simolawangstreet.files.wordpress.com/2009/06/jalan.jpg?w=300&#038;h=71" alt="jalan" width="300" height="71" /></p>
<p align="justify">by: Amilurrohman</p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">Jalan dan Riol merupakan dua elemen yang tidak dapat dipisahkan, keduanya pula dapat mempengaruhi kondisi lingkungan yang ada, keduanya akan mampu memberikan efek positif maupun negatif tergantung bagaimana konstruksi yang mempengaruhi keduanya. Berikut analisis terhadap konstruksi jalan dan riol yang ada dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya.<span id="more-49"></span></p>
<p align="justify">Konstruksi jalan dan riol yang ada belum bersahabat bagi lingkungan, hal ini tampak pada penggunaan material perkerasan pada riol. Bila dianalisa pada saat kondisi hujan dan efek jangka panjangnya akibat pemilihan dan penetuan material yang kurang tepat maka yang ada hanyalah banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau, mengapa terjadi? pertama, karena riol memiliki volume yang kecil sehingga air banyak tumpah ke jalanan sehingga menyebabkan banjir, kedua, air yang mengalir ke riol langsung terbuang tanpa terjadi peresapan ke dalam tanah sehingga cadangan air dalam tanah menjadi kurang dan menyebabkan kekeringan. Hal ini belum dilihat dari aspek pembongkaran jalan yang menghabiskan banyak dana yang bersifat mubadzir dalam melanjutkan proses pembangunan sebab kebutuhan listrik maupun air berupa penanaman kabel listrik dan pipa air dalam tanah yang dibuka di akses-akses baru yang membutuhkan. Maka bagimanakah Islam memandang hal ini? ”Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari(akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali(ke jalan yang benar)”. (QS. Ar Ruum:41) Jadi, Islam memandang tentang apa yang menyebabkan efek negatif atau kerusakan pada kondisi lingkungan harus dibuang, dan yang positif segera ditegakkan dalam konteks persepsi dan perintah hukum syara’. Berikut bagaimana Islam memberikan pandangannya…<strong> </strong></p>
<p align="justify"><strong>Pengintepretasian islam dalam arsitektur</strong></p>
<p align="justify"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-51" title="perbaikan-jalan" src="http://simolawangstreet.files.wordpress.com/2009/06/perbaikan-jalan.jpg?w=300&#038;h=87" alt="perbaikan-jalan" width="300" height="87" /></strong></p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">Konstruksi Jalan dan Riol menggunakan sistem gorong-gorong yang tentunya pada drainase pembuangannya bukan dipilihkan material keras, namun diganti dengan peresapan supaya tanah memiliki cadangan air. Dengan gorong-gorong pun kebutuhan penanaman pipa air maupun kabel listrik sudah terfasilitasi dengan baik tanpa harus melakukan pembongkaran jalan. Begitulah bagaimana cara yang diajarkan Islam dalam pengintepretasian hukum islam dalam bidang arsitektur yang tentunya melihat pula sifat yang akan menjadi objek penegakkan hukum. Dalam pandangan Islam, penegakkan objek hukum menurut islam bersifat individu dan sistemik. Misal yang bersifat individu yakni sholat, puasa, zakat, haji, sedangkan yang bersifat sistemik yakni sistem politik islam, sistem ekonomi islam, sistem pendidikan islam, dan lain sebagainya. Dimana sifat objek hukum yang bersifat individu dapat ditegakkan oleh individu tanpa dipengaruhi oleh kondisi sistem yang ada, namun beda dengan sifat objek hukum yang sistemik, yang hanya dapat ditegakkan dalam konteks sistem pula. Begitupun yang berlaku dalam pandangan arsitektur menurut islam, yakni dalam penegakkan arsitektur islam pun dipengaruhi sifat objek hukum individu maupun sistemik. Dalam konteks individu dapat ditegakkan arsitektur islam yang bersifat individu, contoh: rumah islami, yang penegakkannya bisa dilakukan tanpa harus menunggu dulu sistem negaranya mengadopsi sistem islam, namun beda dengan objek hukum yang bersifat sistemik dalam arsitektur islam yang penegakkannya hanya dapat ditegakkan dengan sistem pula, yakni sistem jalan dan sistem drainase kota-kota dalam suatu wilayah negara yang penegakkannya tidak mungkin dilakukan oleh individu, karena hal ini memiliki kaitan erat dengan pola sirkulasi jalan yang menghubungkan antar rumah, antar region, maupun antar kota dan dengan sistem aliran drainase yang tentunya pemecahannya hanya dapat dilaksanakan dan diwadahi dalam suatu sistem. Maka tak akan ada yang mampu mewujudkan arsitektur sistemik yang memberikan kecenderungan positif tanpa adanya sifat hukum sistemik yang memayungi negara atau wilyah tersebut dengan payung syariah, dan tak akan pula dapat ditegakkan syariah tanpa adanya daulah khilafah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/simolawangstreet.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/simolawangstreet.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/simolawangstreet.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/simolawangstreet.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/simolawangstreet.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/simolawangstreet.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/simolawangstreet.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/simolawangstreet.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/simolawangstreet.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/simolawangstreet.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/simolawangstreet.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/simolawangstreet.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/simolawangstreet.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/simolawangstreet.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=simolawangstreet.wordpress.com&amp;blog=5004371&amp;post=49&amp;subd=simolawangstreet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simolawangstreet.wordpress.com/2009/06/04/konstruksi-jalan-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/211ca1ff5f6b1f5cdedc92187d917227?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">simolawangstreet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://simolawangstreet.files.wordpress.com/2009/06/jalan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jalan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://simolawangstreet.files.wordpress.com/2009/06/perbaikan-jalan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">perbaikan-jalan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hak Cipta dalam Desain</title>
		<link>http://simolawangstreet.wordpress.com/2009/06/04/hak-cipta-dalam-desain/</link>
		<comments>http://simolawangstreet.wordpress.com/2009/06/04/hak-cipta-dalam-desain/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 02:39:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simolawangstreet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simolawangstreet.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[by: Amilurrohman Hak cipta. Kata-kata yang seringkali kita dengar ketika berbicara dengan persoalan produksi sesuatu. Produksi ini salah satunya adalah produksi desain. Berbagai fakta telah disodorkan pada kita betapa banyak orang-orang memberikan tuduhan kepada pihak lain sebagai tersangka plagiat, pembajak bahkan mungkin pencuri ide kreatif dengan tameng hak cipta, yang dengannya pihak tertuduh itu bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=simolawangstreet.wordpress.com&amp;blog=5004371&amp;post=45&amp;subd=simolawangstreet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">
<p align="justify"><img src="/DOCUME%7E1/Aryo/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /><a href="http://simolawangstreet.files.wordpress.com/2009/06/ed12-copyleftvscopyright1.jpg?w=229"><img class="alignleft size-medium wp-image-47" title="ed12-copyleftvscopyright" src="http://simolawangstreet.files.wordpress.com/2009/06/ed12-copyleftvscopyright1.jpg?w=137&#038;h=180" alt="ed12-copyleftvscopyright" width="137" height="180" /></a></p>
<p align="justify">by: Amilurrohman</p>
<p align="justify">
<p align="justify">Hak cipta. Kata-kata yang seringkali kita dengar ketika berbicara dengan persoalan produksi sesuatu. Produksi ini salah satunya adalah produksi desain. Berbagai fakta telah disodorkan pada kita betapa banyak orang-orang memberikan tuduhan kepada pihak lain sebagai tersangka plagiat, pembajak bahkan mungkin pencuri ide kreatif dengan tameng hak cipta, yang dengannya pihak tertuduh itu bisa disangsi secara hukum. Banyak alasan yang dikemukan pentingnya hak cipta ditegakkan. Ada yang berasalan bahwa dengan hak cipta seseorang tidak dirugikan karena idenya telah dicuri oleh yang lain. Ada juga yang beralasan bahwa tiadanya hak cipta menjadikan orang-orang suka mengcopy ide kreatif orang lain tanpa pernah berusaha sendiri memunculkan ide kreatifnya. Tapi, apakah benar alasan-alasan yang dikemukakan itu? Lalu, apa sebenarnya hak cipta itu? Dari mana asal muasalnya? Bagaimana Islam memandangnya? Inilah yang perlu diulas.<span id="more-45"></span></p>
<p align="justify"><span> </span></p>
<p><strong>Apa itu Hak Cipta?</strong><br />
Hak cipta itu bisa ada beberapa fakta</p>
<ol>
<li>Hak cipta terhadap barang. Ketika kita membeli barang tertentu pada pihak penjual, maka kita dilarang untuk menggandakan atau mengcopy barang tertentu tersebut kecuali atas izin penjual. Fakta ini yang sering kita lihat pada software-software computer, film-film original yang biasanya ditayangkan di awal perfilman.</li>
<li>Hak cipta terhadap ide/ilmu. Ketika seorang penemu menemukan ide/ilmu baru mengenai sesuatu maka orang lain tidak boleh menggunakan ide/ilmu tersebut kecuali atas izin sang penemu. Hak cipta ini sering kita lihat pada perusahaan-perusahaan makanan cepat saji semacam Mc Donald, Fred Chickhen berkenaan dengan ramuan makanan yang dirahasiakan. Hak cipta ini terlihat pula pada penemuan-penemuan berkenaan dengan siapakah penemu pertama. Hal ini pernah menjadi polemik seperti kasusnya judul lagu Arjuna Mencari Cinta-Dewa dengan penulis novel-Yudistira beberapa tahun yang lalu mengenai siapakah penemu judul “Arjuna Mencari Cinta”. Hak cipta ini juga terdapat pada persoalan desain berkenaan dengan tidak bolehnya seorang desainer menjiplak hasil karya desain orang lain.</li>
</ol>
<p><strong>Asal muasal hak cipta</strong></p>
<p align="justify">Hak cipta tidak pernah dikenal di dunia hingga pada masa ideology kapitalisme meraja di dunia dalam bentuk Negara yang diemban oleh Negara-negara Barat. Para capital menggunakan segala cara untuk menjaga kekayaannya untuk tidak berkurang sedikitpun juga bahkan kalau bisa terus-menerus menumpuk. Dengan prinsip ini, muncullah konsep hak cipta. Hakikat dari hak cipta ini hakikatnya adalah menumpuk-numpuk kekayaan dengan meniadakan pesaing-pesaingnya. Adalah kebohongan besar bahwa tiadanya hak cipta akan menumpulkan daya kreativitas. Adalah kebohongan besar bahwa adanya hak cipta akan memberikan kemaslahatan yang besar bagi dunia.<br />
Ketika Islam menjadi sandaran bagi tatanan dunia, ilmu dibuka lebar-lebar. Setiap lini masyarakat dari lini bawah hingga lini atas mampu menikmati ilmu yang menurut mereka anggap perlu. Justru, dengan kran akses ilmu yang dibuka lebar-lebar inilah yang menghasilkan kreativitas-kreativitas baru. Sebab, ilmu itu ibarat sebuah tangga. Untuk naik dari lantai dasar ke lantai atasnya dan atasnya lagi tentulah menaiki satu persatu anak tangga, tidak langsung dari anak tangga pertama meloncat ke anak tangga ke sepuluh lantaran anak tangga yang lainnya telah di hak ciptakan! Begitu pula suatu ilmu. Seseorang tidak mampu atau akan sangat sulit mengembangkan ilmu jika ilmu terbaru telah di hak ciptakan yang menjadikan ia tidak bisa mempelajari apalagi menggunakannya untuk selanjutnya mengembangkannya. Contoh kongkritnya bisa kita lihat pada fakta desain. Seorang desainer tidak akan mampu menemukan inovasi atap jika ia tidak mempelajari dan menggunakan desain atap standar terlebih dahulu. Coba seandainya desain atap standar dihak ciptakan – sehingga seseorang sebelum mempelajarinya dan menggunakannya haruslah ijin pada pemegang hak cipta tersebut – tentulah desainer tidak mampu berinovasi! Contoh ekstrem lainnya adalah penemu angka nol, al Khawarijm. Coba seandainya penemuan system perhitungan angka nol dihak ciptakan oleh al Khawarijm dan keturunannya, tentulah BENCANA yang terjadi karena setiap harinya kita menggunakan system perhitungan angka nol dalam aktivitas jual beli makanan, perhitungan kalkulus, pembuatan progam informatik dan aktivitas keseharian kita yang lain!</p>
<p><strong> Islam memandang hak cipta</strong></p>
<p align="justify">Sebenarnya persoalan hak cipta harus dikembalikan lagi pada persoalan konsep kepemilikan dalam Islam. Dalam buku Sistem Perekonomian Dalam Islam, karangan Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani, dijelaskan bahwa hak preriogatif yang menentukan hak milik adalah Syara’ (alqruan, hadist, qiyas, ijma’sahabat). Syara’lah yang harus menjadi standar kepemilikan. Misalnya, syara’ melarang tatacara memiliki dengan cara batil seperti mencuri, merampok, lalu syara’ membolehkan tatacara memiliki dengan cara haq seperti hadiah, upah, gaji.<br />
Dalam persoalan produksi suatu barang dan penemuan suatu gagasan/ide/ilmu, kaca mata islam mensahkan kepemilikan produksi dan gagasan itu hingga sampai belum dipasarkan. Jika barang dan ilmu yang ditemukan telah dipasarkan, maka kepemilikan sudah berpindah tangan pada pasar dan sang pemilik tidak boleh menuntut jika barang atau gagasan/ide/ilmu itu digandakan, dijual belikan dan juga dikembangkan.<br />
Misalnya, ketika seorang progamer memproduksi software desain yang memiliki fitur-fitur special yang tidak terdapat pada software desain lainnya, maka hak milik software desain itu akan menjadi milik penemunya hingga sang penemu tersebut menjualnya atau memberikan kepada orang lain sebagai hadiah. Setelah adanya pemindahan tangan melalui jual beli atau hadiah tersebut, maka selesai sudah hak milik sang penemu terhadap software tersebut. Orang yang telah membelinya diperbolehkan menurut kacamata syara’ untuk menggandakan, memberikan atau mengembangkannya.<br />
Contoh lain, ketika seorang desainer memiliki suatu gagasan/ide/ilmu cara menggambar cepat dengan freehand, maka hak milik gagasan/ide/ilmu itu menjadi milik sang penggagasnya hingga sang desainer itu mengajarkannya kepada yang lain baik itu Cuma-Cuma atau mengambil keuntungan. Setelah berpindah tangan, pihak yang telah diajari itu bebas menerapkan ilmu, mengajarkan ilmu, atau mengembangkan gagasan/ilmu/ide itu</p>
<p><strong>Sikap seorang muslim</strong></p>
<p align="justify">Dengan uraian di atas, semestinya kaum muslim haruslah punya sikap baru mengenai pemahaman ini, yakni</p>
<p align="justify">
<ul>
<li>Tidak menjadikan hak cipta sebagai prinsip hidup</li>
</ul>
<blockquote><p><em>Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.(Al Ahzab 36)</em></p></blockquote>
<ul>
<li> Mencampakkan ideologi kapitalisme yang menjadi sumber malapetaka yang terjadi yang salah satunya buahnya adalah prinsip hak cipta</li>
</ul>
<ul>
<li>Menyuarakan kebenaran-kebenaran Islam dan kebatilan-kebatilan hak cipta dengan ibu kandungnya, yakni kapitalisme</li>
</ul>
<blockquote><p><em>Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah (Ali Imran 110)</em></p></blockquote>
<ul>
<li>Bersama-sama dengan partai politik Islam yangmemperjuangkan pergantian system kufur kapitalisme menjadi system Islam</li>
</ul>
<blockquote><p><em>Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali[368] dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu (An Nisaa 144)</em></p></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/simolawangstreet.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/simolawangstreet.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/simolawangstreet.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/simolawangstreet.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/simolawangstreet.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/simolawangstreet.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/simolawangstreet.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/simolawangstreet.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/simolawangstreet.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/simolawangstreet.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/simolawangstreet.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/simolawangstreet.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/simolawangstreet.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/simolawangstreet.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=simolawangstreet.wordpress.com&amp;blog=5004371&amp;post=45&amp;subd=simolawangstreet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simolawangstreet.wordpress.com/2009/06/04/hak-cipta-dalam-desain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/211ca1ff5f6b1f5cdedc92187d917227?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">simolawangstreet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://simolawangstreet.files.wordpress.com/2009/06/ed12-copyleftvscopyright1.jpg?w=229" medium="image">
			<media:title type="html">ed12-copyleftvscopyright</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kaleng Tetep Aja Kaleng</title>
		<link>http://simolawangstreet.wordpress.com/2009/05/10/kaleng-tetep-aja-kaleng/</link>
		<comments>http://simolawangstreet.wordpress.com/2009/05/10/kaleng-tetep-aja-kaleng/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 02:28:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simolawangstreet</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simolawangstreet.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[oleh: Aryo Cokrowatianto Di suatu malam yang sepi, dikejauhan terlihat sesosok tubuh berambut sepunggung. Tubuhnya tinggi semampai, ketika berjalan laksana pragawati. Sepatu berhak tinggi terpasang manis di telapak kakinya. Dipadu dengan pakaian super minim, tampak sangat menggoda bagi sebagian orang. Ketika aku melintas di depannya terdengar suara,”mas-mas godain kita dong!.” Tidak!! Tenyata yang kukira sesosok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=simolawangstreet.wordpress.com&amp;blog=5004371&amp;post=37&amp;subd=simolawangstreet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><img class="alignleft size-full wp-image-39" title="globaltvreality-bigbeaman" src="http://simolawangstreet.files.wordpress.com/2009/05/globaltvreality-bigbeaman1.jpg" alt="globaltvreality-bigbeaman" width="190" height="130" /></em></p>
<p><em>oleh: Aryo Cokrowatianto<br />
</em></p>
<p><em>Di suatu malam yang sepi, dikejauhan terlihat sesosok tubuh berambut sepunggung. Tubuhnya tinggi semampai, ketika berjalan laksana pragawati. Sepatu berhak tinggi terpasang manis di telapak kakinya. Dipadu dengan pakaian super minim, tampak sangat menggoda bagi sebagian orang. Ketika aku melintas di depannya terdengar suara,”mas-mas godain kita dong!.” Tidak!! Tenyata yang kukira sesosok perempuan itu adalah seorang banci.<span id="more-37"></span></em></p>
<p>Sobat, mungkin hampir seperti itulah perasaan kita ketika mengalami kejadian yang sama. Ketika kalian mendengar kata banci atau waria, pasti kalian langsung teringat dengan sesosok lelaki yang berpenampilan kemayu yang berdandan layaknya perempuan. Memang seperti itulah ciri khas yang melekat pada diri seorang banci. Sobat, tahu gak sih, kalo di salah satu televisi swasta di Indonesia ada acara yang bernama “Be A Man”? Dengan slogan ”dari kaleng jadi baja” acara ini cukup mudah diingat keberadaanya. Dalam acara ini, sejumlah waria dari berbagai latar belakang dan pekerjaan dikumpulin jadi satu untuk dilatih secara militer dengan tujuan agar mereka dapat kembali menjadi laki-laki normal. Siapa yang paling akhir bertahan, dia lah yang akan menjadi pemenang. Begitulah kira-kira tujuan yang bisa ditangkap dari acara ini.</p>
<p>Mungkin bagi sebagian orang acara ini hanya sebatas hiburan. Tapi jika kita lebih teliti dalam melihat masalah ini, sepertinya ada udang di balik batu dalam acara ini. Masalah apakah itu? Dan juga apa bener jika mereka dilatih dengan cara militer para waria itu akan kembali menjadi seorang laki-laki normal? Gimana sih Islam ngelihat masalah banci? Dan gimana seharusnya kita bersikap terhadap masalah ini. So, stay with us!!</p>
<p><strong>Mengkomersilkan Banci</strong></p>
<p>Kalau kita melihat acara <em>reality show</em> ini sekilas memang menunjukkan bahwa para pria berjiwa wanita ini ditujukan agar dapat lebih kelihatan “cowok”nya. Selain itu, acara ini terlihat memanfaatkan keberadaan banci untuk “dijual” sebagai komoditas bisnis hiburan di tanah air. Sebab di tengah-tengah maraknya acara yang ber<em>genre </em>cinta-cintaan atau paling banter horor-hororan, acara ini terlihat sebagai suatu alternatif tontonan. Acara ini pun mendapat perhatian khusus dari para penikmat acara TV. Bener aja, acara yang pada awal penayangannya sempat mengalami kendala itu sekarang telah memasuki edisi kedua.</p>
<p>Sebelum adanya acara ini pun, banyak acara-acara lain yang menampilkan seorang banci atau paling enggak peran banci di dalam sajian tayangannya. Sampai-sampai kalau gak ada bancinya, acara itu <em>ratting</em>nya bakal kalah bersaing. Karena semakin maraknya banci-bancian di TV, KPI(Komisi Penyiaran Indonesia) sebagai lembaga yang bertugas mengontrol jalannya segala bentuk penyiaran akhirnya sempat melarang adanya figur banci dalam acara TV. Tapi gak terlalu lama berselang, acara-acara yang mengandung unsur banci mulai bermunculan kembali. Meskipun ada teguran dari KPI, tapi toh itu hanya dianggap sebagai angin lalu. Nah semakin jelas beberapa fakta menunjukkan kalau keberadaan banci itu dikomersilkan, iya kan?</p>
<p><strong>Ajang Pelegalisasian Banci</strong></p>
<p>Sobat, disamping dimanfaatkan sebagai komoditas bisnis hiburan, ternyata keberadaan acara ini memiliki maksud lain. Maksud lain itu adalah sebagai alat untuk menyebarkan ide liberalisme. Dengan cara melegalisasikan keberadaan banci di dunia ini. Pelegalisasian banci ini jelas akan mengancam masa depan umat manusia. Duh segitunya! Tapi beneran lho, sekarang coba deh kalian pikir kalau para cowok yang ada di seluruh dunia jadi banci semua, gimana bisa keturunan manusia bakal lahir ke dunia!?</p>
<p>Tujuan acara ini untuk membuat para banci agar kembali jadi laki-laki normal dengan latihan militer pun perlu dipertanyakan lagi, apa bisa? Mungkin ada orang yang berpendapat bahwa jika banci diperlakukan secara keras maka jiwanya pun akan ikutan jadi tegas. Ok deh, mungkin waktu si banci ikutan acara itu dia terlihat mengalami sedikit perubahan sikap. Tapi apakah selepas dari acara itu keadaan si banci bisa berubah 180 derajat jadi laki-laki tulen? Gak ada yang berani jamin. Sebab mereka memilih menjadi waria atau atau laki-laki normal itu merupakan masalah pemikiran dasar mereka. Meskipun fisik mereka ditempa layaknya tentara, tapi yang mempengaruhi persepsi seseorang itu adalah pemikiran yang dimilikinya.</p>
<p><strong>Islam See It</strong></p>
<p><strong> </strong>Islam sangat tegas dalam menyikapi masalah banci ini. Dalam Islam, banci adalah sebuah perbuatan yang bertentangan dengan aqidah Islam. Sebab manusia diciptakan hanya dalam dua jenis, yaitu laki-laki atau perempuan secara berpasang-pasangan. Seperti dalam ayat berikut<strong>,” Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak…”(QS An-Nisa ayat:1) </strong> Selain itu, Rasulullah juga sangat membenci perbuatan menjadi seorang banci, seperti dalam hadist beliau<strong>.”Rasulullah melaknat (mengutuk) laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki, beliau bersabda : Usirlah mereka dari rumah-rumah kalian (HR. Bukhari).</strong> Nah loe, siapa yang mau dibenci sama Rasulullah? Pastinya gak bakalan dapat <em>hujjah</em> di akhirat kelak.</p>
<p>Sebagai seorang muslim, kita seharusnya hanya menjadikan Islam sebagai aqidah kita. Jadikan aqidah Islam kita sebagai landasan hidup kita. Kita tidak boleh meniru aqidah lain yang jelas-jelas kufur. Banci merupakan perbuatan yang telah keluar dari aqidah Islam kita. Jadi gak ada deh yang namanya kompromi dengan yang liberalisme yang menjerumuskan kita dalam jurang-jurang penyesatan yang salah satunya melalui perbuatan banci. Sebagai seorang muslim kita harus tetap istiqomah dalam menerapkan Islam dalam kehidupan sehari-hari. Banci kaleng tetap akan menjadi kaleng jika tidak dirubah melalui perubahan aqidah yang benar<strong>(AC)</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/simolawangstreet.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/simolawangstreet.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/simolawangstreet.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/simolawangstreet.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/simolawangstreet.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/simolawangstreet.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/simolawangstreet.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/simolawangstreet.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/simolawangstreet.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/simolawangstreet.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/simolawangstreet.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/simolawangstreet.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/simolawangstreet.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/simolawangstreet.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=simolawangstreet.wordpress.com&amp;blog=5004371&amp;post=37&amp;subd=simolawangstreet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simolawangstreet.wordpress.com/2009/05/10/kaleng-tetep-aja-kaleng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/211ca1ff5f6b1f5cdedc92187d917227?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">simolawangstreet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://simolawangstreet.files.wordpress.com/2009/05/globaltvreality-bigbeaman1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">globaltvreality-bigbeaman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah</title>
		<link>http://simolawangstreet.wordpress.com/2008/11/14/pedoman-penulisan-karya-tulis-ilmiah/</link>
		<comments>http://simolawangstreet.wordpress.com/2008/11/14/pedoman-penulisan-karya-tulis-ilmiah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 07:21:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simolawangstreet</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simolawangstreet.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[oleh: Dhony Firmansyah, S.Si Disampaikan dalam Pelatihan “Sukses membuat Proposal Penelitian yang Bermutu” FMIPA Universitas Negeri Surabaya, 8 Desember 2007 TUJUAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH Tujuan dalam Penulisan karya Tulis Ilmiah adalah memberikan pemahaman terhadap siswa agar dapat berpikir secara logis dan ilmiah dalam menguraikan dan membahas suatu permasalahan serta dapat menuangkannya secara sistematis dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=simolawangstreet.wordpress.com&amp;blog=5004371&amp;post=33&amp;subd=simolawangstreet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh:</p>
<p>Dhony Firmansyah, S.Si</p>
<p>Disampaikan dalam Pelatihan “Sukses membuat Proposal Penelitian yang Bermutu”</p>
<p>FMIPA Universitas Negeri Surabaya, 8 Desember 2007</p>
<p>TUJUAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH<br />
Tujuan dalam Penulisan karya Tulis Ilmiah adalah memberikan pemahaman terhadap siswa agar dapat berpikir secara logis dan ilmiah dalam menguraikan dan membahas suatu permasalahan serta dapat menuangkannya secara sistematis dan terstruktur.<span id="more-33"></span></p>
<p>ISI DAN MATERI<br />
Isi dari Penulisan karya tulis ilmiah diharapkan memenuhi aspek-aspek di bawah ini :<br />
1.	Relevan dengan situasi dan kondisi yang ada.<br />
2.	Mempunyai pokok permasalahan yang jelas.<br />
3.	Masalah dibatasi, sesempit mungkin.</p>
<p>BENTUK LAPORAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH</p>
<p>Bentuk laporan penulisan Karya Tulis Ilmiah terdiri dari:<br />
A. Bagian Awal.<br />
Bagian Awal ini terdiri dari:</p>
<p>1. 	Halaman Judul<br />
2. 	Lembar Pernyataan<br />
3. 	Lembar  Pengesahan<br />
4. 	Abstraksi<br />
5. 	Halaman Kata Pengantar<br />
6. 	Halaman Daftar Isi<br />
7. 	Halaman Daftar Tabel<br />
8. 	Halaman Daftar Gambar: Grafik, Diagram, Bagan, Peta dan sebagainya</p>
<p>B. Bagian Tengah.<br />
Bagian tengah ini terdiri dari:	1. 	Bab Pendahuluan<br />
2. 	Bab Landasan Teori atau Bab Tinjauan Pustaka<br />
3. 	Metode Penelitian.<br />
4. 	Bab Analisis Data dan Pembahasan<br />
5. 	Bab  Kesimpulan dan Saran</p>
<p>C. Bagian Akhir.<br />
Bagian akhir terdiri dari:</p>
<p>1. 	Daftar Pustaka<br />
2. 	Lampiran</p>
<p>Penjelasan secara terinci dari Struktur Penulisan Karya Tulis Ilmiah dapat dilihat sebagai berikut:</p>
<p>A. BAGIAN AWAL<br />
Pada bagian ini berisi hal-hal yang berhubungan dengan penulisan karya tulis ilmiah yakni sebagai berikut :</p>
<p>1.  Halaman Judul<br />
Ditulis sesuai dengan cover depan sesuai aturan yang ada.</p>
<p>2.	Lembar Pernyataan<br />
Yakni merupakan halaman yang berisi pernyataan bahwa penulisan karya tulis ini merupakan hasil karya sendiri bukan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap hasil karya orang lain.</p>
<p>3.	Lembar Pengesahan<br />
Pada Lembar Pengesahan ini berisi Daftar Komisi Pembimbing atau guru pembina, Pada Bagian bawah sendiri juga disertai tanda tangan Pembimbing.</p>
<p>4.	Abstraksi<br />
Yakni berisi ringkasan tentang hasil dan pembahasan secara garis besar dari Penulisan karya tulis dengan maksimal 1 halaman.</p>
<p>5.	Kata Pengantar<br />
Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan serta dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan karya tulis (a.l. Kepala Sekolah, Guru, rekan dll ).</p>
<p>6. Halaman Daftar Isi<br />
Berisi semua informasi secara garis besar dan disusun berdasarkan urut nomor halaman.</p>
<p>7.	Halaman Daftar Tabel<br />
8.	Halaman Daftar Gambar, Daftar Grafik, Daftar Diagram</p>
<p>B. BAGIAN TENGAH</p>
<p>1.   Pendahuluan<br />
Pada Bab Pendahuluan ini terdiri dari beberapa sub pokok bab yang meliputi antara lain :<br />
a.	Latar Belakang Masalah<br />
Menguraikan tentang alasan dan motivasi dari penulis terhadap topik permasalahan yang bersangkutan.<br />
b.	Rumusan Masalah<br />
Berisi masalah apa yang terjadi dan sekaligus merumuskan masalah dalam penelitian yang bersangkutan.<br />
c.	Batasan Masalah<br />
Memberikan batasan yang jelas pada bagian mana dari persoalan atau masalah yang dikaji dan bagian mana yang tidak.<br />
d.	Tujuan Penelitian<br />
Menggambarkan hasil-hasil apa yang bisa dicapai dan diharapkan dari penelitian ini dengan memberikan jawaban terhadap masalah yang diteliti.<br />
e.	Metode  Penelitian<br />
Menjelaskan cara pelaksanaan kegiatan penelitian, mencakup cara pengumpulan data, alat yang digunakan dan cara analisa data.<br />
Jenis-Jenis Metode Penelitian :<br />
a.	Studi Pustaka	: Semua bahan diperoleh dari buku-buku dan/atau jurnal.<br />
b.	Studi Lapangan  	: Data diambil langsung di lokasi penelitian.<br />
c.	Gabungan   		: Menggunakan gabungan kedua metode di atas.<br />
f.	Sistematika Penulisan<br />
Memberikan gambaran umum dari bab ke bab isi dari Penulisan Karya tulis ilmiah</p>
<p>2.   Landasan Teori<br />
Menguraikan teori-teori yang menunjang penulisan / penelitian, yang bisa diperkuat dengan menunjukkan hasil penelitian sebelumnya.</p>
<p>3.	Metode Penelitian<br />
Menjelaskan cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yang ada.</p>
<p>4.	Analisis Data dan Pembahasan<br />
Membahas tentang keterkaitan antar faktor-faktor dari data yang diperoleh dari masalah yang diajukan kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan metode yang diajukan dan menganalisa proses dan hasil penyelesaian masalah.</p>
<p>5.	Kesimpulan (dan Saran)<br />
Bab ini bisa terdiri dari Kesimpulan saja atau ditambahkan Saran.<br />
-	Kesimpulan<br />
Berisi jawaban dari masalah yang diajukan penulis, yang diperoleh dari penelitian.<br />
-	Saran<br />
Ditujukan kepada pihak-pihak terkait, sehubungan dengan hasil penelitian.</p>
<p>B. BAGIAN AKHIR<br />
-	Daftar Pustaka<br />
Berisi daftar referensi (buku, jurnal, majalah, dll), yang digunakan dalam penulisan</p>
<p>-	Lampiran<br />
Penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, gambar, perhitungan-perhitungan, grafik atau tabel, yang merupakan penjelasan rinci dari apa yang disajikan di bagian-bagian terkait sebelumnya.</p>
<p>CONTOH STANDAR TEKNIK PENULISAN<br />
1.	Penomoran Bab serta subbab<br />
-	Bab dinomori dengan menggunakan angka romawi.<br />
-	Subbab dinomori dengan menggunakan angka latin dengan mengacu pada nomor bab/subbab dimana bagian ini terdapat.<br />
II ………. (Judul Bab)<br />
2.1 ………………..(Judul Subbab)<br />
2.2 ………………..(Judul Subbab)<br />
2.2.1 ………………(Judul Sub-Subbab)<br />
-	Penulisan nomor dan judul bab di tengah dengan huruf besar, ukuran font 14, tebal.<br />
-	Penulisan nomor dan judul subbab dimulai dari kiri, dimulai dengan huruf besar, ukuran font 12, tebal.</p>
<p>2.	Penomoran Halaman<br />
- Bagian Awal, nomor halaman ditulis dengan angka romawi huruf kecil (i,ii,iii,iv,…).Posisi di tengah bawah (2 cm dari bawah). Khusus untuk lembar judul dan lembar pengesahan, nomor halaman tidak perlu diketik, tapi tetap dihitung.<br />
- Bagian Pokok, nomor halaman ditulis dengan angka latin. Halaman pertama dari bab pertama adalah halaman nomor satu. Peletakan nomor halaman untuk setiap awal bab di bagian bawah tengah, sedangkan halaman lainnya di pojok kanan atas.<br />
- Bagian akhir, nomor halaman ditulis di bagian bawah tengah dengan angka latin dan merupakan kelanjutan dari penomoran pada bagian pokok.</p>
<p>3.	Judul dan Nomor Gambar / Grafik / Tabel<br />
-	Judul gambar / grafik diketik di bagian bawah tengah dari gambar. Judul tabel diketik di sebelah atas tengah dari tabel.<br />
-	Penomoran tergantung pada bab yang bersangkutan, contoh : gambar 3.1 berarti gambar pertama yang ada di bab III.</p>
<p>4.  Penulisan Daftar Pustaka<br />
-	Ditulis berdasarkan urutan penunjukan referensi pada bagian pokok tulisan ilmiah.<br />
- 	Ditulis menurut kutipan-kutipan<br />
-	Menggunakan nomor urut, jika tidak dituliskan secara alfabetik<br />
-	Nama pengarang asing ditulis dengan format : nama keluarga, nama depan.<br />
Nama pengarang Indonesia ditulis normal, yaitu : nama depan + nama keluarga<br />
-	Gelar tidak perlu disebutkan.<br />
- Setiap pustaka diketik dengan jarak satu spasi (rata kiri), tapi antara satu pustaka dengan pustaka lainnya diberi jarak dua spasi.<br />
-	Bila terdapat lebih dari tiga pengarang, cukup ditulis pengarang pertama saja dengan tambahan ‘et al’.<br />
-	Penulisan daftar pustaka tergantung jenis informasinya yang secara umum memiliki urutan sebagai berikut :<br />
Nama Pengarang, Judul karangan (digarisbawah / tebal / miring), Edisi, Nama Penerbit, Kota Penerbit, Tahun Penerbitan.<br />
-	Tahun terbit disarankan minimal tahun 2000.</p>
<p>Contoh penulisan daftar pustaka<br />
Satu Pengarang<br />
1.	Budiono. 1982. <em>Teori Pertumbuhan Ekonomi</em>. Yogyakarta : Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada.<br />
2.	Friedman. 1990. <em>M. Capitalism and Freedom</em>. Chicago : University of Chicago Press.<br />
Dua Pengarang<br />
1.	Cohen, Moris R., and Ernest Nagel. 1939. <em>An Introduction to Logic and Scientific Method</em>. New york: Harcourt<br />
2.	Nasoetion, A. H., dan Barizi. 1990.  Metode Statistika. Jakarta: PT. Gramedia<br />
Tiga Pengarang<br />
1.	Heidjrahman R., Sukanto R., dan  Irawan. 1980. <em>Pengantar Ekonomi Perusahaan</em>. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.<br />
2.	Nelson, R.., P. Schultz, and R. Slighton. 1971. <em>Structural change in a Developing Economy</em>. Princeton: Princeton University Press.<br />
Lebih dari Tiga Pengarang<br />
1.	Barlow, R. et al. 1966. <em>Economics Behavior of the Affluent</em>. Washington D.C.: The Brooking Institution.<br />
2.	Sukanto R. et al. 1982. <em>Business Frocasting</em>. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.<br />
Pengarang Sama<br />
1. 	Djarwanto Ps. 1982. <em>Statistik Sosial Ekonomi</em>. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.<br />
2. 	____________. 1982. <em>Pengantar Akuntansi</em>. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.<br />
Tanpa Pengarang<br />
1. 	<em>Author’s Guide</em>. 1975. Englewood Cliffs, N.J. : Prentice Hall.<br />
2. 	<em>Interview Manual</em>. 1969. Ann Arbor, MI: Institute for Social Research, Universiy of Michigan.<br />
Buku Terjemahan, Saduran atau Suntingan.<br />
1. 	Herman Wibowo (Penterjemah). 1993. <em>Analisa Laporan Keuangan</em>. Jakarta: PT. Erlangga.<br />
2. 	Karyadi dan Sri Suwarni (Penyadur). 1978. <em>Marketing Management</em>. Surakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret.<br />
Buku Jurnal atau Buletin<br />
1.	Insukindro dan Aliman, 1999. “Pemilihan dan Bentuk Fungsi Empirik : Studi Kasus Permintaan Uang Kartal Riil di Indonesia”, <em>Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia</em>, Vol. 14, No. 4:49-61.<br />
2.	Granger, C.W.J., 1986. “Developments in the Study of Co-integrated Economic Variables”, <em>Oxford Bulletin of Economics and Statistics</em>, Vol.48 : 215-226.</p>
<p>5.	Format Pengetikan<br />
-	Menggunakan kertas ukuran A4.<br />
-	Margin 	Atas	: 4 cm		Bawah	: 3 cm<br />
Kiri	: 4 cm		Kanan 	: 3 cm<br />
-	Jarak spasi 		: 1,5 (khusus ABSTRAKSI hanya 1 spasi)<br />
-	Jenis huruf (Font)		: Times New Roman.<br />
-	Ukuran / variasi huruf	: Judul Bab	14 / Tebal + Huruf Besar<br />
Isi		12 / Normal<br />
Subbab	12 / Tebal<br />
6.	Hasil Penulisan Karya tulis ilmiah<br />
-	Dijilid berbentuk buku. Halaman tidak termasuk cover, halaman judul, daftar isi, kata pengantar dan daftar pustaka<br />
-	Dipresentasikan di hadapan para penguji, usahakan menggunakan Power Point.<br />
-	Usahakan diketik dengan menggunakan Program Software Pengolah Kata, misal : Ms Word dan dicetak dengan printer.</p>
<p>LAMPIRAN.<br />
Lampiran ini berisi data, gambar, tabel atau analisis dan lain-lain yang karena terlalu banyak, sehingga tidak mungkin untuk dimasukkan kedalam bab-bab sebelumnya.</p>
<p>DAFTAR PUSTAKA<br />
•	<em>Panduan Penulisan Ilmiah</em>, 2007, Jurusan Sistem Informasi, STMIK-Mikroskil.<br />
•	Notohadiprawiro, T., 2006, <em>Metode Penelitian dan Penulisan Ilmiah</em>, Latihan Dasar Pemeriksa Karantina Ikan. Badan Pendidikan dan Latihan Pertanian, Departemen Pertanian Yogyakarta. 2 Nopember – 15 Desember 1992.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/simolawangstreet.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/simolawangstreet.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/simolawangstreet.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/simolawangstreet.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/simolawangstreet.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/simolawangstreet.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/simolawangstreet.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/simolawangstreet.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/simolawangstreet.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/simolawangstreet.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/simolawangstreet.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/simolawangstreet.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/simolawangstreet.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/simolawangstreet.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=simolawangstreet.wordpress.com&amp;blog=5004371&amp;post=33&amp;subd=simolawangstreet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simolawangstreet.wordpress.com/2008/11/14/pedoman-penulisan-karya-tulis-ilmiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/211ca1ff5f6b1f5cdedc92187d917227?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">simolawangstreet</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
